Usaha kecil dan menengah biasanya mengandalkan data organisasi untuk berkembang dan mencapai kesuksesan. Namun, ada kemungkinan UKM menempatkan semua data mereka pada risiko dengan menerapkan strategi yang salah. Menurut laporan survei terbaru, setidaknya 78 persen organisasi global mengalami setidaknya satu pelanggaran data akibat kelalaian karyawan atau pihak yang berniat jahat. Hal ini menunjukkan bahwa kurangnya keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan beradaptasi yang diperlukan memberikan tekanan yang tidak semestinya pada kumpulan data organisasi; sehingga mengorbankan kerahasiaan.
Risiko Keamanan Data: Menghitung Bahayanya
Pelanggaran data seringkali diikuti oleh kewajiban finansial yang besar, yang selanjutnya mengakibatkan biaya pemulihan yang lebih tinggi dan masalah penggantian biaya pelanggan. Selain itu, menciptakan kembali kumpulan data yang telah disusupi bisa sangat sulit dan tentu saja bukan strategi yang hemat biaya. Terakhir, kredibilitas organisasilah yang terancam ketika terjadi pelanggaran keamanan. Meskipun ini adalah beberapa ancaman umum yang masih terkait dengan pelanggaran data, serangan tingkat lanjut tertentu dapat melumpuhkan UKM secara total dan hampir membuat mereka tutup.
Baca Selengkapnya: Apa saja komponen utama keamanan siber di tahun 2018?
Ada sejumlah alasan yang secara langsung menentukan mengapa UKM mungkin berada di ambang menyaksikan pelanggaran data.
Kelalaian Karyawan
Ada kalanya aset terbesar Anda pada akhirnya dapat berubah menjadi mata rantai terlemah. Di era modern, di mana aksesibilitas dan mobilitas merupakan beberapa ciri organisasi yang diinginkan, hal tersebut seringkali menimbulkan risiko yang lebih tinggi bagi perusahaan. Berdasarkan laporan, setidaknya 77 persen karyawan lupa mematikan sistem mereka sehingga sistem tersebut tidak terpantau dan rentan terhadap ancaman. Karena kurangnya kesadaran, karyawan UKM seringkali lalai dalam melindungi data penting organisasi. Baik itu dengan sering mengganti kata sandi atau menghindari tautan phishing, tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi diperlukan untuk melindungi data bisnis rahasia dari pihak jahat dan penjahat siber.
Kurangnya Teknologi Perlindungan
Mayoritas UKM gagal menerapkan teknologi keamanan premium untuk melindungi data. Karena keterbatasan anggaran dan ketidaktahuan akan lanskap ancaman secara keseluruhan, banyak UKM yang mengesampingkan 'investasi dalam teknologi keamanan'. Kegagalan mengidentifikasi alat dan opsi pencegahan kehilangan data yang tepat membuat mereka rentan terhadap ancaman persisten tingkat lanjut. Meskipun hampir 65 persen UKM memiliki teknologi usang, 64 persen organisasi yang ada perlu segera membangun kembali infrastruktur mereka agar tetap selangkah lebih maju dari para peretas. Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan untuk menerapkan langkah-langkah perlindungan internal dan eksternal selain memilih tingkat keamanan perimeter yang canggih.
Berfokus Secara Luas pada Mobilitas Karyawan
Penggunaan perangkat seluler sangat umum di kalangan UKM. BYOD ( Bring Your Own Device) dan strategi serupa lainnya berperan penting dalam memberikan fleksibilitas bagi organisasi. Namun, konsep mobilitas yang ditingkatkan ini datang dengan harga yang mahal. Dengan hampir 56 persen karyawan UKM menyimpan data sensitif di perangkat seluler, risiko keamanan data juga meningkat pesat.
Gagal mencadangkan Kumpulan Data
Laporan menunjukkan bahwa setidaknya 62 persen usaha kecil dan menengah gagal mencadangkan data yang ada secara rutin. Selain itu, mereka tidak memiliki rencana pencadangan otomatis. Dalam kebanyakan kasus, kurangnya sumber daya dan anggaran merupakan kendala utama yang dihadapi UKM, yang menghambat proses pencadangan mereka.
Tidak Menegakkan Kebijakan Keamanan
Perusahaan membutuhkan kebijakan keamanan data yang ketat untuk melindungi informasi pelanggan mereka. Mayoritas UKM menghadapi risiko berkelanjutan berupa kehilangan data, pendapatan, dan produktivitas karyawan jika kebijakan keamanan data yang tepat tidak diterapkan. Meskipun 80 persen organisasi yang ada mendukung pemantauan dan pengelolaan hak dan privilese pengguna akhir, hanya 47 persen yang benar-benar menerapkan kebijakan dan melatih karyawannya.
Seqrite Menawarkan solusi keamanan tingkat tinggi yang sesuai untuk perusahaan dengan berbagai ukuran dan fokus industri. Seqrite Keamanan Endpoint Sangat cocok untuk UKM karena menyediakan keamanan data dan aset yang lengkap. Baik itu menutup celah terhadap serangan phishing, ransomware, dan ancaman malware lainnya, atau menerapkan kebijakan keamanan berlapis—perusahaan seperti Seqrite Risiko keamanan data dapat diminimalkan dengan mudah dengan menambal celah keamanan organisasi terhadap berbagai kerentanan.
Sebagai mitra keamanan TI untuk bisnis Anda, Seqrite menyediakan keamanan titik akhir yang komprehensif dari ancaman siber tingkat lanjut. Untuk mengetahui lebih lanjut, kunjungi situs web or



